ELEKTRONIK RAMAH LINGKUNGAN Label ramah lingkungan belum menjadi standar wajib bagi produk industri di negeri ini
Produk industri seperti barang elektronik menjadi dua standar mandatory dan voluntary.
mandatory adalah standar wajib yang harus dipenuhi produsen seperti Standar NAsional Indonesia (SNI). Biasanya menyangkut aspek safety dan economical. Produksinya harus sudah memperhitungkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna. Kalau tidak, produk menjadi ilegal dan tidak bisa masuk pasar.
Sedangkan Voluntary dibuat masing-masing merk, misalnya ketika pada era 80-an isu lingkungan mulai rame, produsen mencantumkan label ramah lingkungan (ecology friendly) pada produknya. Jadi masih berrupa klaim sepihak kalau produknya aman, karena klaim-klaim itu kian marak, muncul dari lembaga non pemerintah merumuskan standar eco friendly tersebut. Sejak itu muncul standar yang disebut eco labeling.
Sebuah produk elektronik dinilai eco friendly bila bahan baku dan komponennya tidak mengandung bahan berbahaya seperti cadmium, mercury, lead (timbal), Polybrom, PVC, dan yang sejenis itu, dan aplikasi teknologinya hemat energi, tidak mencemari udara dan merusak lapisan ozon.
Misalnya disini pasar belum menuntut standar setinggi itu. kita masih berkutat soal harga. Sebagian produsenpun masih membuat standar berbeda untuk produk yang dijual dinegara maju dan negara berkembang. Bahkan produk elektronik yang berkembang di negara maju sudah menjadi sampah di import kesini sebagai secondary raw material bahan baku bekas setengah jadi.
Sampah berbahaya itu kemudian dirakit lagi, diberi casing, dan dijual seperti produk baru dengan harga murah. Istilah produk rekondisi. Pasar menyerapnya dengan suka cita. Setelah menjadi sampah, hanya 20 persen bahan dan komponen produk elektronik yang bisa diolah lagi (recycle) . Sisanya harus dibakar yang mencemarkan udara. Itulah yang mendorong negara maju membuang ke negara miskin.
Bergeser
Baru belakangan masyarakat lebih concern terhadap isu lingkungan, sudah ada penggeseran pemahaman. Kalau dulu yang penting nyala, sekarang sudah mengarah pada hemat energi. Stasiun TV pun mulai menuju sistem digital yang lebih hemat listrik, satu kanal bisa digunakan untuk enam saluran, dibanding sekarang yang masing-masing punya kanal sendiri.
Dampaknya produsen juga mulai care terhadap aplikasi teknologi dan pemakaian bahan baku serta komponen produknya. KONSUMSI LISTRIK
Supaya hemat listrik dan mengurangi emisi gas buang, kita dianjurkan memilih produk elektronik dengan daya minimal, dan tegangan selaras dengan voltase di rumah. Kalau voltase dirumah 220, arus daya produk elektronik juga harus sebesar itu, hanya memang kita sukar memastikan daya riil sebuah produk elektronik sama dengan yang tercantum di name plat.
Pasalnya, voltase listrik di negara ini masih fluktuatif. Akibatnya sebagian daya menguap (daya semu) namun tetap kijta harus tanggung bebannya. Misalnya lampu 40 watt akan menyala 40 watt bila tegangan stabil 220 volt. Tapi tegangan riil naik turun bisa 215 atau 230 volt, sehingga daya lampu itu tidak sepenuhnya 40 watt.
Mungkin nyalanya cuma 35 watt, yang berarti power factor nya hanya 0,8 (35 dibagi 40), artinya tidak mencapai angka ideal sehingga produk tidak benar-benar hemat energi, masa pakainya pun bisa lebih pendek, power factor = I (konsumsi listrik produk sama dengan daya semu yang tercantum di name plat ).
Standarnya 0,9 ini masih bagus, kalau lebih kecil berarti power factor nya jelek. Penyebab lain kebanyakan barang elektronik seperti pompa air, kipas angin, TV, dan kulkas menggunakan kumparan. Teknologi ini menguapkan sebagian energi yang dipakai, makin tua kumparannya kian boros konsumsi listriknya, yang tidak pakai kumparan hanya lampu pijar, makanya nyala lampu pijar bisa pas. Daya atau watt nya bisa sama dengan VA nya.
karena itu untuk mengurangi fluktuasi tegangan disarankan menggunakan kapasitor atau stabilizer Terlebih pada rumah-rumah besar dengan banyak peralatan elektronik, kapasitor akan menyerap daya yang menguap itu sehingga bisa digunakan lagi menjadi energi.
Produk industri seperti barang elektronik menjadi dua standar mandatory dan voluntary.
mandatory adalah standar wajib yang harus dipenuhi produsen seperti Standar NAsional Indonesia (SNI). Biasanya menyangkut aspek safety dan economical. Produksinya harus sudah memperhitungkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna. Kalau tidak, produk menjadi ilegal dan tidak bisa masuk pasar.
Sedangkan Voluntary dibuat masing-masing merk, misalnya ketika pada era 80-an isu lingkungan mulai rame, produsen mencantumkan label ramah lingkungan (ecology friendly) pada produknya. Jadi masih berrupa klaim sepihak kalau produknya aman, karena klaim-klaim itu kian marak, muncul dari lembaga non pemerintah merumuskan standar eco friendly tersebut. Sejak itu muncul standar yang disebut eco labeling.
Sebuah produk elektronik dinilai eco friendly bila bahan baku dan komponennya tidak mengandung bahan berbahaya seperti cadmium, mercury, lead (timbal), Polybrom, PVC, dan yang sejenis itu, dan aplikasi teknologinya hemat energi, tidak mencemari udara dan merusak lapisan ozon.
Misalnya disini pasar belum menuntut standar setinggi itu. kita masih berkutat soal harga. Sebagian produsenpun masih membuat standar berbeda untuk produk yang dijual dinegara maju dan negara berkembang. Bahkan produk elektronik yang berkembang di negara maju sudah menjadi sampah di import kesini sebagai secondary raw material bahan baku bekas setengah jadi.
Sampah berbahaya itu kemudian dirakit lagi, diberi casing, dan dijual seperti produk baru dengan harga murah. Istilah produk rekondisi. Pasar menyerapnya dengan suka cita. Setelah menjadi sampah, hanya 20 persen bahan dan komponen produk elektronik yang bisa diolah lagi (recycle) . Sisanya harus dibakar yang mencemarkan udara. Itulah yang mendorong negara maju membuang ke negara miskin.
Bergeser
Baru belakangan masyarakat lebih concern terhadap isu lingkungan, sudah ada penggeseran pemahaman. Kalau dulu yang penting nyala, sekarang sudah mengarah pada hemat energi. Stasiun TV pun mulai menuju sistem digital yang lebih hemat listrik, satu kanal bisa digunakan untuk enam saluran, dibanding sekarang yang masing-masing punya kanal sendiri.
Dampaknya produsen juga mulai care terhadap aplikasi teknologi dan pemakaian bahan baku serta komponen produknya. KONSUMSI LISTRIK
Supaya hemat listrik dan mengurangi emisi gas buang, kita dianjurkan memilih produk elektronik dengan daya minimal, dan tegangan selaras dengan voltase di rumah. Kalau voltase dirumah 220, arus daya produk elektronik juga harus sebesar itu, hanya memang kita sukar memastikan daya riil sebuah produk elektronik sama dengan yang tercantum di name plat.
Pasalnya, voltase listrik di negara ini masih fluktuatif. Akibatnya sebagian daya menguap (daya semu) namun tetap kijta harus tanggung bebannya. Misalnya lampu 40 watt akan menyala 40 watt bila tegangan stabil 220 volt. Tapi tegangan riil naik turun bisa 215 atau 230 volt, sehingga daya lampu itu tidak sepenuhnya 40 watt.
Mungkin nyalanya cuma 35 watt, yang berarti power factor nya hanya 0,8 (35 dibagi 40), artinya tidak mencapai angka ideal sehingga produk tidak benar-benar hemat energi, masa pakainya pun bisa lebih pendek, power factor = I (konsumsi listrik produk sama dengan daya semu yang tercantum di name plat ).
Standarnya 0,9 ini masih bagus, kalau lebih kecil berarti power factor nya jelek. Penyebab lain kebanyakan barang elektronik seperti pompa air, kipas angin, TV, dan kulkas menggunakan kumparan. Teknologi ini menguapkan sebagian energi yang dipakai, makin tua kumparannya kian boros konsumsi listriknya, yang tidak pakai kumparan hanya lampu pijar, makanya nyala lampu pijar bisa pas. Daya atau watt nya bisa sama dengan VA nya.
karena itu untuk mengurangi fluktuasi tegangan disarankan menggunakan kapasitor atau stabilizer Terlebih pada rumah-rumah besar dengan banyak peralatan elektronik, kapasitor akan menyerap daya yang menguap itu sehingga bisa digunakan lagi menjadi energi.
New Vegas Casino | Dr.MCD
BalasHapus› 천안 출장마사지 Casino › New-Vegas-casino › Casino › New-Vegas-casino Our 제주도 출장마사지 new 공주 출장마사지 Vegas 사천 출장안마 Casino in Las Vegas is your one-stop stop shop for exciting Vegas-style slots and table games. With over 50000 slot 서울특별 출장마사지 machines and 70 table