Makin berkualitas bahannya kian mahal harga kitchen set-nya
Kitchen set sudah menjadi perangkat wajib di dapur-dapur rumah perkotaan. Selain sebagai media untuk menyimpan, mengolah dan menyajikan makanan, kitchen set juga berfungsi estetis sebagai elemen interior. Kita bisa menghubungi desainer interior untuk membuatkannya, mengorder tukang atau mendatangi toko-toko furniture. Desain dan bahannya boleh sesuai selera, tapi baik mengonsultasikannya dulu sebelum memilih. Disini yang penting bahan dasarnya karena berkaitan dengan tingkat ketahanan kitchen set dan kemudahan perawatannya.
Lembaran atau cat semprot
Pada dasarnya bahan kitchen set (diatas dan bawah) sama seperti furniture lain. Bisa kayu solid seperti nyatoh, sungkai, dan jati atau kayu olahan seperti MDF (medium density fiber), blockboard, atau multiplek dengan ketebalan rata-rata 12 mm. Setiap material memiliki plus minus.
Multipleks paling populer karena kuat dan lebih murah dibanding kayu solid. Multiplek adalah lembaran dari susunan lapisan kayu yang direkatkan. Diluar negeri particle board yang ketahanannya lebih rendah dibanding multipleks, bahkan lebih digemari. Hanya ketahanan multiplek sebagai bahan dasar juga tergantung pada bahan pelapis atau finishingnya.
Bahan pelapis kitchen set bisa sintetis seperti tacon dan HPL (high presure laminate) atau melamik yang transparan dan cat duco. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Tacon misalnya sudah jarang direkomendasikan karena antara lain kurang tahan panas, kelebihannya harganya murah dan banyak memilki banyak motif alam seperti serat kayu. Sementara HPL lebih tahan panas dan air dan lebih tebal dibanding tacon.
Tapi mudah mengelupas terutama pada pinggiran atau sudut kabinet. Yang lebih tahan lama finishing melamik atau cat duco. finishing melamik yang transparan dan glosi tetap menonjolkan warna dan urat kayu. Tapi yang ingin tampil lebih mewah, pilih cat duco dengan finishing doff, semi gloss, atau high gloss.
Tabletop
Secara total tebal kabinet kitchen set mencapai 18 mm, bahan dasar 12 mm + pelapis luar 3mm dan pelapis dalam berupa melaminto (semacam papan putih) setebal 3 mm.
Sedangkan untuk tabletop, bagian atas meja pada kabinet tempat seala aktifitas dapur dikerjakan, mulai dari persiapan hingga pengolahan masakan, bahannya bisa stainless steel, marmer, granit dan solid surface. Yang relatif murah, aman karena tidak berpori, tidak menyerap noda dan mudah dibersihkan adalah stainless steel. Kelemahannya tidak cukup kuat menopang alat-alat masak yang berat. Yang lebih kuat marmer, granit dan solid surface dengan permukaan licin. marmer dan granit adalah batu alam yang kuat, tidak mudah patah, tahan benturan, gores, serta suhu panas dan dingin. Cocok untuk dapur kegiatan masak yang berat dan ringan, perbedaan teletak pada pori-porinya. Pori-pori marmer lebih besar ketimbang granit sehingga noda mudah terserap, sedangkan pori-pori granit rapat, jadi kotoran tidak lekas menempel dan mudah dibersihkan. Yang paling unggul solid surface. material darri campuran resin polyster dan akrilik ini tidak berpori, tahan benturan, gores, suhu panas dan dingin. Solid surface juga fleksible, mudah dibentuk dan tanpa sambungan atau nat (seamles). sink pun bisa dibuat dari bahan ini. Hanya harganya sangat mahal, mulai dari Rp2,5 juta - Rp4 juta / lembar. bandingkan dengan marmer (mulai dari Rp950 ribu/ meter) dan granit (mulai dari Rp 1,3 juta / meter lari).
Kabinet atas Bawah
Kepada pembuat kitchen set kita bisa minta dibuatkan kabinet saja atau lengkap dengan home apliances-nya (kompor, cooker hood, sink dan lain-lain). Harga home appliances dihitung terpisah tergantung merk. Biaya pembuatan kabinet biasanya dihitung per meter lari. Bisa tidak full hanya kabinet atas atau kabinet bawah, harga dihitung setengahnya atau dengan perhitungan tersendiri.
Beda bahan beda harga. Lestari kitchen misaknya, mematok Rp3,3 juta per meter lari untuk kabinet dengan bahan dasar multipleks berlapis melamik atau HPL, dan Rp 3,5 juta untuk finishing duco. Sementara Zero living membanderol kabinet dengan bahan multipleks dan finishing melamik sekitar Rp2,2 juta per meter lari. Finishing duco RP2,6 juta, dan finishing duco highgloss Rp3,5 juta.
Good news furniture menetapkan harga kabinet dari multipleks dengan pelapis melamik dan HPL Rp 1,3 juta per meter lari, finishing duco Rp1,6 juta, dan finishing duco anti gores dengan tambahan polyurethane (PU) Rp1,8 juta. Harga bisa mencakup back panel seperti mozaik, keramik, atau stainless steel, bisa juga belum. minimal order biasanya dua meter lari dengan lebar standar 60 cm. proses pembuatan dan pemasangan kitchen set memakan waktu sekitar 45 hari.
Kitchen set sudah menjadi perangkat wajib di dapur-dapur rumah perkotaan. Selain sebagai media untuk menyimpan, mengolah dan menyajikan makanan, kitchen set juga berfungsi estetis sebagai elemen interior. Kita bisa menghubungi desainer interior untuk membuatkannya, mengorder tukang atau mendatangi toko-toko furniture. Desain dan bahannya boleh sesuai selera, tapi baik mengonsultasikannya dulu sebelum memilih. Disini yang penting bahan dasarnya karena berkaitan dengan tingkat ketahanan kitchen set dan kemudahan perawatannya.
Lembaran atau cat semprot
Pada dasarnya bahan kitchen set (diatas dan bawah) sama seperti furniture lain. Bisa kayu solid seperti nyatoh, sungkai, dan jati atau kayu olahan seperti MDF (medium density fiber), blockboard, atau multiplek dengan ketebalan rata-rata 12 mm. Setiap material memiliki plus minus.
Multipleks paling populer karena kuat dan lebih murah dibanding kayu solid. Multiplek adalah lembaran dari susunan lapisan kayu yang direkatkan. Diluar negeri particle board yang ketahanannya lebih rendah dibanding multipleks, bahkan lebih digemari. Hanya ketahanan multiplek sebagai bahan dasar juga tergantung pada bahan pelapis atau finishingnya.
Bahan pelapis kitchen set bisa sintetis seperti tacon dan HPL (high presure laminate) atau melamik yang transparan dan cat duco. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Tacon misalnya sudah jarang direkomendasikan karena antara lain kurang tahan panas, kelebihannya harganya murah dan banyak memilki banyak motif alam seperti serat kayu. Sementara HPL lebih tahan panas dan air dan lebih tebal dibanding tacon.
Tapi mudah mengelupas terutama pada pinggiran atau sudut kabinet. Yang lebih tahan lama finishing melamik atau cat duco. finishing melamik yang transparan dan glosi tetap menonjolkan warna dan urat kayu. Tapi yang ingin tampil lebih mewah, pilih cat duco dengan finishing doff, semi gloss, atau high gloss.
Tabletop
Secara total tebal kabinet kitchen set mencapai 18 mm, bahan dasar 12 mm + pelapis luar 3mm dan pelapis dalam berupa melaminto (semacam papan putih) setebal 3 mm.
Sedangkan untuk tabletop, bagian atas meja pada kabinet tempat seala aktifitas dapur dikerjakan, mulai dari persiapan hingga pengolahan masakan, bahannya bisa stainless steel, marmer, granit dan solid surface. Yang relatif murah, aman karena tidak berpori, tidak menyerap noda dan mudah dibersihkan adalah stainless steel. Kelemahannya tidak cukup kuat menopang alat-alat masak yang berat. Yang lebih kuat marmer, granit dan solid surface dengan permukaan licin. marmer dan granit adalah batu alam yang kuat, tidak mudah patah, tahan benturan, gores, serta suhu panas dan dingin. Cocok untuk dapur kegiatan masak yang berat dan ringan, perbedaan teletak pada pori-porinya. Pori-pori marmer lebih besar ketimbang granit sehingga noda mudah terserap, sedangkan pori-pori granit rapat, jadi kotoran tidak lekas menempel dan mudah dibersihkan. Yang paling unggul solid surface. material darri campuran resin polyster dan akrilik ini tidak berpori, tahan benturan, gores, suhu panas dan dingin. Solid surface juga fleksible, mudah dibentuk dan tanpa sambungan atau nat (seamles). sink pun bisa dibuat dari bahan ini. Hanya harganya sangat mahal, mulai dari Rp2,5 juta - Rp4 juta / lembar. bandingkan dengan marmer (mulai dari Rp950 ribu/ meter) dan granit (mulai dari Rp 1,3 juta / meter lari).
Kabinet atas Bawah
Kepada pembuat kitchen set kita bisa minta dibuatkan kabinet saja atau lengkap dengan home apliances-nya (kompor, cooker hood, sink dan lain-lain). Harga home appliances dihitung terpisah tergantung merk. Biaya pembuatan kabinet biasanya dihitung per meter lari. Bisa tidak full hanya kabinet atas atau kabinet bawah, harga dihitung setengahnya atau dengan perhitungan tersendiri.
Beda bahan beda harga. Lestari kitchen misaknya, mematok Rp3,3 juta per meter lari untuk kabinet dengan bahan dasar multipleks berlapis melamik atau HPL, dan Rp 3,5 juta untuk finishing duco. Sementara Zero living membanderol kabinet dengan bahan multipleks dan finishing melamik sekitar Rp2,2 juta per meter lari. Finishing duco RP2,6 juta, dan finishing duco highgloss Rp3,5 juta.
Good news furniture menetapkan harga kabinet dari multipleks dengan pelapis melamik dan HPL Rp 1,3 juta per meter lari, finishing duco Rp1,6 juta, dan finishing duco anti gores dengan tambahan polyurethane (PU) Rp1,8 juta. Harga bisa mencakup back panel seperti mozaik, keramik, atau stainless steel, bisa juga belum. minimal order biasanya dua meter lari dengan lebar standar 60 cm. proses pembuatan dan pemasangan kitchen set memakan waktu sekitar 45 hari.
kok tulisannya sama persis ya denvgan yang saya baca di http://rumah-produk.asia/?p=117 (cuma beda gambarnya saja).
BalasHapusYouTube: A YouTube Account That Revealed The Best Video
BalasHapusYouTube accounts are one of the most active and lucrative industries in the world, providing an opportunity for consumers best youtube to mp3 to explore a Sports Videos · Live Betting